KBLI 2025 Resmi Berlaku

Perubahan KBLI 2025 Resmi Berlaku, Ini Penjelasannya!


Pendahuluan

KBLI 2025 resmi diberlakukan dan menjadi acuan baru dalam pengelompokan kegiatan usaha di Indonesia. Perubahan ini membawa penyesuaian penting terhadap perkembangan dunia bisnis, khususnya di sektor digital, jasa, dan ekonomi modern yang terus berkembang. Bagi pelaku usaha, pemilihan kode KBLI 2025 yang tepat kini semakin krusial karena berpengaruh langsung pada perizinan usaha, penerbitan NIB melalui OSS, hingga kepatuhan regulasi.

Onespace akan mengulas secara ringkas mengenai pengertian KBLI 2025, dasar hukumnya, serta perubahan terbaru yang wajib diketahui pelaku usaha. Dengan memahami pembaruan KBLI 2025 sejak awal, Anda dapat memastikan legalitas usaha tetap aman, sesuai regulasi, dan siap bersaing di era bisnis yang semakin dinamis.

Pengertian KBLI

KBLI adalah singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, yaitu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia berdasarkan karakteristik usaha yang serupa. KBLI merupakan rujukan utama dalam statistik, perizinan, perencanaan ekonomi, investasi, serta pelaporan usaha di Indonesia.

Apa itu kbli?

Secara sederhana, KBLI adalah “kode usaha” yang wajib diketahui setiap pelaku usaha. Kode ini berfungsi sebagai identitas usaha yang lagi dipakai baik pemerintah maupun dunia usaha untuk berbagai kepentingan administratif dan perencanaan ekonomi.

Dasar Hukum KBLI 2025

KBLI 2025 berdasarkan pada peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu:

Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Peraturan ini menggantikan Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 yang mengatur KBLI sebelumnya.

Selain itu, penyusunan KBLI 2025 juga mengacu pada standar internasional, yakni:

International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) Revision 5 yang direkomendasikan oleh Komisi Statistik PBB (United Nations Statistics Division).

Standar ini memastikan bahwa pencatatan aktivitas usaha di Indonesia tetap sejalan dengan praktik internasional sehingga data Indonesia dapat dibandingkan dengan negara lain dan akurat untuk analisis global.

Mengapa KBLI Harus Direvisi?

Rekomendasi Committee of Experts on International Statistical Classification (CEISC), Penyempurnaan KBLI dilakukan setiap 5 tahun sekali agar klasifikasi usaha tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan dunia bisnis dan ekonomi global. Beberapa pertimbangan utama revisi KBLI 2025 adalah:

- Munculnya model bisnis baru, seperti platform digital, jasa intermediasi online, dan konten digital yang belum terakomodasi dengan baik dalam KBLI 2020.
- Perkembangan ekonomi digital dan teknologi, termasuk monetisasi media sosial, AI, serta aset kripto.
- Isu lingkungan seperti penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage), energi terbarukan, dan ekonomi hijau yang lebih dominan.
- Kebutuhan data statistik yang akurat untuk perumusan kebijakan nasional.

Perubahan Utama KBLI 2025

Berikut ini daftar perubahan penting yang menjadi sorotan dalam KBLI 2025:

Perubahan KBLI 2025

Struktur Kategori dan Jumlah Kode

KBLI 2025 terdiri dari 22 kategori (A–V), meningkat dari 21 kategori pada KBLI 2020.
Total klasifikasi mencakup:

- 87 golongan pokok
- 257 golongan
- 519 subgolongan
- 1.560 kelompok usaha.

Artinya, klasifikasi menjadi lebih detail dan komprehensif dibanding KBLI 2020, sehingga pencatatan usaha dapat lebih spesifik.

Perbandingan kbli 2020 & 2025

Kegiatan Baru yang Diakomodir

KBLI 2025 mencakup aktivitas ekonomi yang baru berkembang, di antaranya:

- Jasa intermediasi platform digital seperti marketplace dan apps digital.
- Factoryless Goods Producers (FGP) – produksi barang tanpa pabrik sendiri, sehingga melakukan subkontrak ke perusahaan lain.
- Kegiatan konten digital & media kreatif seperti podcast, game, streaming.
- Aktivitas yang terkait penanganan perubahan iklim seperti penangkapan dan penyimpanan karbon.
- Klasifikasi yang lebih lengkap di sektor energi terbarukan.
- Penambahan kode baru di sektor jasa keuangan.

Perubahan KBLI 2025

Penyesuaian dengan Standar Internasional

KBLI 2025 dirancang untuk sejalan dengan ISIC Revision 5, sehingga:

- Terminologi, struktur, dan klasifikasi ekonomi Indonesia lebih relevan secara global.
- Mempermudah integrasi data dalam statistik internasional dan kerjasama ekonomi global.

Implikasi & Dampak KBLI 2025 untuk Dunia Usaha

Relevansi KBLI bukan hanya soal statistik, perubahan ini juga punya dampak langsung terhadap dunia usaha, seperti:

A. Perizinan Berusaha

- Kode KBLI menjadi dasar layanan perizinan melalui OSS (Online Single Submission).
- Penentuan jenis izin usaha dan persyaratan risiko berdasarkan KBLI menjadi lebih akurat.
- KBLI 2025 mendukung strategi Perizinan Berbasis Risiko yang diterapkan pemerintah.

B. Statistik dan Kebijakan Pemerintah

- Penerapan KBLI 2025 akan menjadi dasar utama dalam Sensus Ekonomi 2026.
- KBLI digunakan dalam menyusun Statistic Business Register (SBR) dan data statistik nasional lainnya.

C. Tantangan Bagi Pelaku Usaha

Walaupun tujuan utamanya statistik, sebagian pelaku usaha merasakan implikasi administratif seperti:

- Perlu menyesuaikan kode KBLI dalam akta perusahaan, OSS, AHU dan dokumen lain.
- Ada yang merasa perubahan ini memengaruhi struktur perizinan yang sebelumnya sudah terdaftar.

Penting untuk dicatat bahwa BPS menyediakan tabel korespondensi antara KBLI 2020 dan KBLI 2025 untuk mempermudah transisi.

Periode Penyesuaian dan Implementasi

Untuk mendukung transisi, KBLI 2025 disertai masa penyesuaian 6 bulan sejak diundangkannya Peraturan BPS No. 7 Tahun 2025. Ini memberikan waktu bagi pelaku usaha dan sistem pemerintah untuk beradaptasi.

Tips Adaptasi Dunia Usaha

Agar perubahan KBLI 2025 berjalan efektif bagi usaha Anda, lakukan hal-hal berikut:

- Pelajari tabel korespondensi KBLI 2020 → KBLI 2025.
- Cek kembali kode KBLI yang terdaftar pada OSS dan perbarui jika perlu.
- Konsultasikan dengan konsultan hukum atau konsultan bisnis untuk pemetaan kode yang tepat.
- Gunakan kode yang paling cocok dengan kegiatan usaha Anda, terutama untuk sektor digital dan ekonomi kreatif yang kini lebih terperinci.

Kesimpulan

KBLI 2025 adalah pembaruan signifikan dari KBLI 2020 dengan struktur yang lebih detail, kode yang lebih relevan terhadap ekonomi modern, dan lebih kuat secara internasional karena mengacu pada standar ISIC Revision 5.

Bagi pelaku usaha, perubahan ini bukan hanya statistik semata tetapi menjadi alat penting dalam perizinan, investasi, dan pemetaan risiko usaha di Indonesia. 

Hubungi tim Onespace sekarang dan pastikan usaha Anda sudah selaras dengan ketentuan KBLI 2025 yang resmi berlaku.

Kamu ada pertanyaan?
Silahkan bertanya!